PULAU PINANG
PEARL OF THE EAST
Fakta Pulau Pinang
Ibu Negeri: Pulau Pinang (Georgetown)
Keluasan: 1,049 km2 (405 batu persegi)
Penduduk: 1,740,405 juta (2020)
Kepadatan: 1659/km persegi
Kepadatan: 1659/km persegi
SEJARAH PULAU PINANG
Versi Sejarah Melayu (diketepikan)
Nota awal: Ramai yang ingat Francis Light yang buka Pulau Pinang pada 1786. Percayalah ianya hanya cerita dongeng ciptaan Inggeris. Ramai yang tidak mengetahui bahawa Datuk Jenaton Labu, Nakhoda Nan Intan, Nakhoda Kechil dan Datuk Setia sebenarnya yang membuka Pulau Pinang sekitar tahun 1730-an.
Menurut Profesor Dr. Ahmad Murad Merican, penulis buku Batu Uban: Sejarah Awal Pulau Pinang, seawal abad ke-18 beberapa kawasan di Pulau Pinang, termasuk Batu Uban dan Gelugor dah diduduki orang Melayu.
Batu Uban dibuka sekumpulan orang Melayu berasal dari Pagar Ruyong, Sumatera diketuai Mohamad Salleh atau Nakhoda Nan Intan, manakala Gelugor pula diterokai Dato’ Jenatun ibni Raja Labu serta pengikutnya yang juga berasal dari Pagar Ruyong sejak tahun 1749.
Tanah seluas kira-kira 40 hektar yang diterokai Dato’ Jenatun di Gelugor merupakan pemberian Sultan Kedah masa tu, Sultan Muhammad Jiwa Zainal Abidin Shah ll.
Bagi menghargai semula kurniaan Sultan Kedah, Dato’ Jenatun hadiahkan 10 buah naskah al-Quran bertulisan tangan yang dibawa dari Pagar Ruyong.
Batu Uban merupakan penempatan dan pelabuhan terawal sebelum bermulanya era kolonial Pulau Pinang pada tahun 1786. Antara bukti paling jelas ialah Masjid Batu Uban yang dibina sekitar tahun 1734 yang merupakan masjid tertua di Pulau Pinang. Masjid Batu Uban diasaskan oleh Nakhoda Nan Intan pada tahun 1734 yang berasal daripada Kampung Buadi, Paya Kumboh, Sumatera dan ada hubungan dengan kerabat diraja Minangkabau.
Masjid Batu Uban (1734)
Menurut Profesor Dato’ Seri Dr. Md. Salleh Yaapar, Nakhoda Nan Intan merantau ke Pulau Pinang bersama dua lagi bahtera dan singgah di Batu Uban, satu lagi bahtera singgah di Bayan Lepas (Nakhoda Bayan) dan bahtera ketiga singgah di Jelutong (Nakhoda Kecil).
Setelah mendapat perkenan Sultan Kedah, Sultan Muhammad Jiwa Zainal Abidin Muazzam Shah II, beliau pun membuka Pelabuhan Batu Uban dan membina penempatan di kawasan berkenaan. Masyarakat awal di Pulau Pinang dahulu menjalankan aktiviti-aktiviti harian dengan penanaman kelapa, lada dan tebu.
Selain Pulau Pinang yang sudah ada penempatan orang Melayu lama sebelum kedatangan Francis Light, pulau tu pun sememangnya di bawah pemerintahan Kesultanan Kedah.
Francis Light sebenarnya tidak menemui Pulau Pinang tetapi mengambil Pulau Pinang dari Kesultanan Kedah dengan cara memungkiri perjanjian sesuka hati. Kononnya Georgetown dibuka oleh Francis Light dan menjadi ibu negeri Pulau Pinang pun merupakan sebuah penipuan sejarah oleh penjajah.
Nama sebenar Georgetown adalah “Tanjung Penaga” sebelum ditukarkan British dan sebab itu masih ada segelintir orang tua pada hari ini masih panggil Georgetown dengan nama “Tanjung.”
Oleh: Azizul Farhan
https://thepatriots.asia/siapa-sebenarnya-yang-buka-pulau-pinang/
https://www.facebook.com/photo?fbid=965109093680802&set=pcb.780553098942431
Versi British (diguna pakai oleh Kementerian Pendidikan Malaysia)
Pulau Pinang, yang pada asalnya kepunyaan Kesultanan Kedah, diserahmilik kepada British East India Company pada 1786 oleh Sultan Muhammad Jiwa, Sultan Kedah, sebagai gantian untuk mendapat perlindungan pihak British daripada serangan Siam dan Burma. Pada 11 Ogos 1786, Kapten Franscis Light, yang dikenali sebagai pengasas Pulau Pinang (versi penjajah), menamakan pulau sebagai Prince of Wales Island dan menjadi jajahan British yang ditadbir melalui British East India Company (di India). George Leith dilantik menjadi Gabenor pertama.. Penempatan di Tanjung Penaigre yang terletaknya di hujung timur laut pulau dinamakannya "Georgetown", iaitu nama Raja George III dari Britain.
Tugu Francis Light si Penjarah
Kedudukan pulau di permulaan Selat Melaka telah membangkit minat Syarikat Hindia-Timur British untuk menggunakannya sebagai sebuah pelabuhan untuk kapal-kapal dagangnya dan juga sebagai sebuah pangkalan tentera laut untuk menentangkan cita-cita orang Perancis di timur Asia.
Tanpa pengetahuan Sultan Muhammad Jiwa, Light telah membuat perjanjian pemberian perlindungan askar tanpa kebenaran Syarikat Hindia-Timur British. Apabila Syarikat gagal dalam membantu Kedah sewaktu ia diserang oleh Siam, Sultan Kedah cuba mengambil kembali pulau ini pada tahun 1790 tapi percubaan itu tergagal dan Sultan Muhammad Jiwa terpaksa menyerahkan hak kepada Syarikat dengan hanya mendapat bayaran honorarium pampasan tahunan sebanyak 6,000 dolar Sepanyol. Bayaran ini dinaikkan kepada 10,000 dolar kemudian, dengan penyerahan Seberang Perai (Province Wellesley) pada 1800. Sehingga hari kini, pembayaran diteruskan oleh kerajaan pusat Malaysia yang membuat bayarannya kepada negeri Kedah.
Pada 1826, negeri Pulau Pinang, bersama-sama dengan Melaka dan Singapura, menjadi sebahagian Kawasan Penempatan Selat (Straits Settlements) dibawah pentadbiran British diIndia. Negeri ini menjadi tanah jajahan (colony) penuh pemerintahan British pada tahun 1867. Pada 1946, Pulau Pinang menjadi sebahagian Malayan Union, sebelum menjadi sebuah negeri di Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1948. Persekutuan Tanah Melayu mencapai kemerdekaan pada tahun 1957 dan Pulau Pinang menjadi salah satu daripada 13 negeri di dalam Persekutuan Malaysia sewaktu penubuhannya pada 16 September 1963. Pulau Pinang ialah sebuah pelabuhan bebas sehingga 1969.
Senarai Pegawai Tadbir the British East India Company di Pulau Pinang sejak ia diambilalih dari Sultan Kedah.
Superintendent
Senarai Pegawai Tadbir the British East India Company di Pulau Pinang sejak ia diambilalih dari Sultan Kedah.
Superintendent
- Francis Light (11 Ogos 1786 - 21 Nov 1789) & (9 Feb 1790 - 21 Okt 1794)
- John Glass (21 Nov 1789 - 9 Feb 1790) - Pemangku
- Philip Mannington (21 Oct 1794 - 14 Mei 1795) - Pemangku
- Thomas Pigou (14 Mei 1795 - 31 Jan 1796) - Pemangku
- John Beanland(31 Jan 1796 - 14 Mei 1796) - Pemangku
- Forbes Ross MacDonald (14 May 1796 - May 1799 )
- George Caunter (8 Sep 1797 - 19 Apr 1800) - Pemangku
Lieutenant Governor
- Sir George Leith (20 Apr 1800 - 1 Jan 1804)
- William Edward Phillips - Pemangku (2 Dis 1802 - 13 Mei 1803)
- Robert Townsend Farquhar (2 Jan 1804 - Sep 1805)
- William Edward Phillips - Pemangku (Jul 1804 - Mac 1805)
Governor
- Philip Dundas (Sep 1805 - 8 Apr 1807)
- Henry Shepherd Pearson - Pemangku (13 Apr 1807 - 16 Oct 1807)
- Norman Macalister (16 Oct 1807 - 1810)
- Charles Andrew Bruce (21 Mar 1810 - 27 Dec 1810)
- William Edward Phillips - Pemangku (28 Dec 1810 - 1811)
- Archibald Seton (9 May 1811 - Dis 1812)
- William Petrie (Dis 1812 - 27 Okt 1816)
- William Edward Phillips - Pemangku (Okt 1816 - 1817)
- John Alexander Bannerman (24 Nov 1817 - 8 Ogos1819)
- William Edward Phillips - Pemangku (1819 - 20 Ogos 1824)
- Robert Fullerton (20 Ogos 1824 - 1 Ogos 1826)
Resident Councillors
- William Armstrong Clubley (1825 - 13 Jul 1826)
- Robert Ibbetson - Pemangku (1 Aug 1826 - 12 Nov 1830)
- (acting from 30 Jun 1830)
- John Anderson - Pemangku (5 Nov 1828 - 13 Apr 1829)
- Deputy Residents and Resident Councillors
- Robert Ibbetson (1 May 1830 - 12 Nov 1830)
- Kenneth Murchison - Pemangku (12 Nov 1830 - Nov 1833)
- James William Salmond (Nov 1833 - Jul 1841 )
- James Low - Pemangku (Dec 1838 - 1839
- Samuel Garling (Jul 1841 - 21 Sep 1849)
Resident Councillor
- Sir Ge
- Rober
- Edmund Augustus Blundell (21 Sep 1849 - 15 Apr 1855)
- William Thomas Lewis (15 Apr 1855 - Apr 1860)
- George Samuel Windsor Earl - Pemangku (1859 - 1860 )
- Henry Stuart Man (1860 - 1867)
- Montague Protheroe - Pemangku (9 Jun 1863 - 1863)
Lieutenant-Governors
- Sir Ge
- Rober
- Archibald Edward Harbord Anson (8 Jun 1867 - 19 Feb 1871 ) & (1873 - 2 Feb 1881)
- David Thompson Hatchell - Pemangku (19 Feb 1871 - 4 Mar 1871 )
- Arthur Nonus Birch - Pemangku (4 Mar 1871 - 1 Apr 1872 )
- Sir George William Robert Campbell - Pemangku (1 Apr 1872 - 1873 )
- Edward Wingfield Shaw - Pemangku (May 1877 - Oct 1877 )
- 1879 Edward Richard Connor - Pemangku (1879)
- Charles John Irving - Pemangku (Feb 1879 - 1880)
- John Frederick Adolphus McNair - Pemangku (Feb 1881 - 1882 )
- Charles James Hamilton - Pemangku (1881)
Resident Councillors
- John Frederick Adolphus McNair - Pemangku (1882 - 9 Aug 1884)
- Samuel Dunlop - Pemangku (1884 - 1885)
- Charles John Irving (1885 - 13 May 1887)
- Sir William Edward Maxwell - Pemangku (13 May 1887 - Apr 1889)
- Charles Walter Sneyd-Kynnersley - Pemangku (25 Apr 1889 - 9 Mar 1890)
- Allan Maclean Skinner (10 Mar 1890 - Mar 1897)
- Henry Trotter - Pemangku (24 Oct 1891 - Mar 1892) & (30 Nov 1894 - 7 Dec 1895)
- Francis James Anderson - Pemangku (1897)
- James Kortright Birch - Pemangku (3 Mar 1897 - 3 Apr 1900)
- Charles Walter Sneyd-Kynnersley (3 Apr 1900 - 1901)
- Sir Walter Egerton - Pemangku (28 Feb 1901 - 6 Apr 1901)
- James Kortright Birch (Apr 1901 - 1906)
- Leonard Powney Ebden - Pemangku (1 Jun 1905 - 1905)
- Robert Norman Bland - Pemangku (22 Nov 1906 - 22 Feb 1908)
- William Evans - Pemangku (22 Feb 1908 - 7 May 1908)
- Robert Norman Bland (7 May 1908 - 29 Apr 1910)
- Harold William Firmstone - Pemangku (28 May 1908 - 3 Jul 1908)
- James Oliver Anthonisz - Pemangku (29 Apr 1910 - 17 Jan 1911)
- William Evans (21 Jan 1911 - 11 May 1912)
- & (29 Jan 1913 - 13 Feb 1914)
- Walter Cecil Michell - Pemangku (18 May 1912 - 29 Jan 1913)
- Alfred Thomas Bryant (11 Feb 1914 - 24 Feb 1917)
- William Peel - Pemangku (26 Feb 1917 - 5 Oct 1917)
- Walter Cecil Michell (9 Oct 1917 - 20 Oct 1919)
- Gilbert Amos Hall - Pemangku (24 Jul 1919 - 27 Feb 1920)
- Harold William Firmstone - Pemangku (28 Feb 1920 - 31 Jan 1921)
- Gilbert Amos Hall (31 Jan 1921 - 9 Sep 1922)
- Arthur Blennerhassett Voules - Pemangku (9 Sep 1922 - 9 Dec 1922)
- Arthur Blennerhassett Voules (17 Nov 1922 - 9 May 1925
- Stewart Codrington - Pemangku (11 May 1924 - 8 Oct 1924)
- William Peel - Pemangku (10 May 1925 - 9 May 1926)
- George Arthur Hereford - Pemangku (30 Mar 1926 - 1 Apr 1926)
- Ralph Scott - Pemangku (May 1926 - 1928)
- Meadows Frost - Pemangku (21 Apr 1928 - 9 Jan 1930)
- Edward Wilmot Francis Gilman (9 Jan 1930 - 2 May 1931)
- Percy Tothill Allen - Pemangku (2 May 1931 - Apr 1933)
- Arthur Vincent Aston - Pemangku (1 Apr 1933 - 20 Apr 1933)
- Arthur Mitchell Goodman (21 Apr 1933 - 24 Nov 1934) & (29 Aug 1935 - 8 Dec 1937) & (6 Jul 1938 - 2 Aug 1941)
- James Startin Wills Arthur - Pemangku (25 Nov 1934 - 29 Aug 1935)
- Richard John Froude Curtis - Pemangku (24 Jul 1936 - 10 Aug 1936)
- George Alexander de Chazal - Pemangku (8 Dec 1937 - 6 Jul 1938)
- Eric Tregear Williams - Pemangku (1941)
- Leslie Forbes- Pemangku (5 Aug 1941 - 16 Dec 1941) dipenjara oleh Jepun (Feb 1942-1945)
Chairman of the Penang Service Committee
- Manicasothy Saravanamuttu (17 Dec 1941 - 23 Dec 1941) dipenjara oleh Jepun (25 Dis 1941-1945)
Pendudukan Jepun
Jepun menawan Pulau Pinang pada 14 Dis 1941 dan kemudiannya menduduki seluruh Semenanjung Tanah Melayu sehingga Sep 1945. Senarai nama Pentadbir Jepun (Setiausaha Pentadbiran Negeri) di Pulau Pinang (1941 - 1945)
- Col Toshiro Hiroyasu (20 Dis 1941 - Jan 1942)
- Capt Nobuyoshi Masaki (4 Jan 1942 - 7 Mac 1942)
- Lt Gen Shōtarō Katayama (7 Mac 1942 - 20 Apr 1943)
- Maj Gen Masakichi Itami (20 Apr 1943 - 1 Jul 1944)
- S. Ikagawa - Pemangku (1944) -
- Lt Gen Seiichirō Shinohara (1 Jul 1944 - 3 Sep 1945)
Masakichi Itami dan Seichiro Shinohara
Setelah Jepun menyerah diri pada September 1945, tentera British kembali ke Tanah Melayu dan mentadbir negeri-negeri Tanah Melayu di bawah British Military Administration sehingga terbentuknya Malayan Union pada 1 Jun 1946. Malayan Union ditentang oleh orang Melayu dan British bersetuju membentuk Persekutuan Tanah Melayu pada 1 Feb 1948.
British Military Governors
- Peter Dicken Cracroft (2 Sep 1945 - 1 Nov 1945 ) - Gabenor Tentera
- Thomas John Norman Hilken - Pemangku (3 Sep 1945 - 24 Sep 1945)
- Lancelot Edgar Connop Mervyn (1 Nov 1945 - 1946)
Resident Commissioners
- John Allen Harvey (Sep 1945 - Nov 1945)
- Peter Donald Macfeat - Pemangku (1 Nov 1945 - 8 Mar 1946)
- Norman Grice - Pemangku (8 Mar 1946 - 12 May 1946)
- Sydney Noel King (12 May 1946 - 29 Feb 1948)
- George Evan Cameron Wisdom - Pemangku (29 Feb 1948 - 3 Mei 1948)
- Arthur Vincent Aston (3 Mei 1948 - 3 Nov 1951)
- Robert Porter Bingham (3 Nov 1951 - 31 Ogos 1957)
- Norman Ward -Pemangku (19 Apr 1952 - 26 Okt 1952)
- John Sjovald Hoseason Cunyngham - Pemangku (25 Jun 1954 - 17 Jul 1954)
- Herbert Raymond Ellis - Pemangku (23 Dis 1954 - 30 Dis 1954)
- David Gray - Pemangku (30 Dis 1954 - 3 Ogos 1955)
Pada 1 Feb 1948 Pulau Pinang (dan Seberang Perai) dimasukkan sebahagian dari 11 negeri-negeri dalam Persekutuan Tanah Melayu dan mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1957. Pentadbir Negeri Pulau Pinang dipanggil Gabenor yang dilantik oleh Yang DiPertuan Agong. Pada tahun 1975, nama jawatan Gabenor dipinda menjadi Yang DiPertua Negeri dengan panggilan Tuan Yang Terutama (TYT).
GABENOR/YANG DIPERTUA NEGERI PULAU PINANG
- TYT Raja Tun Sir Uda Al-Haj bin Raja Muhammad (31Ogos 1957 - 30 Ogos 1967) (1894 - 1976).
- Tun Syed Sheh bin Syed Abdullah Shahabuddin (31 Ogos 1967 - 31 Jan 1969 (1910 - 1969)
- TYT Tun Syed Sheh Hassan Barakbah (5 Feb 1969 - 5 Feb 1975) (1906 - 1975)
- TYT Tun Haji Sardon bin Haji Jubir (5 Feb 1975 - 1 Mei 1981) (1917 - d. 1985).
- TYT Tun Haji Awang bin Hassan (1 Mei 1981 - 1 Mei 1989) (1910 - 1998)
- TYT Tun Dato' Seri (Dr) Haji Mohammad Hamdan bin Haji Sheikh Tahir (1 Mei 1989 - 1 Mei 2001 (1921 - 2005)
- TYT Tun Dato' Seri Abdul Rahman Abbas (1 Mei 2001 - 1 Mei 2021) (1938)
- TYT Tun Dato' Seri Ahmad Fuzi bin Abdul Razak 1 May 2021 - 1 May 2025) (1949)
- Tun Dato' Seri Diraja (Dr) Haji Ramli bin Ngah Talib (1 Mei 2025 - kini) (1941)
YANG DIPERTUA NEGERI
TUN DATO' SERI DIRAJA (DR) HAJI RAMLI BIN NGAH TALIB
(1 MEI 2025 - KINI)
MANTAN YANG DIPERTUA NEGERI
TYT TUN DATO' SERI AHMAD FUZI BIN ABDUL RAZAK
(1 MEI 2021 - 1 MEI 2025)
TYT TUN DATO' SERI ABDUL RAHMAN ABBAS
(1 MEI 2001 - 1 MEI 2021)TYT TUN DATO' SERI (DR) HAJI MOHAMMAD HAMDAN
BIN HAJI SHEIKH TAHIR
(1 MEI 1989 - 1 MEI 2001)
TYT TUN HAJI AWANG BIN HASSAN
(1 MEI 1981 - 1 MEI 1989)
TYT TUN HAJI SARDON BIN HAJI JUBIR
(5 FEB 1975 - 1 MEI 1981)
(5 FEB 1969 - 5 FEB 1975)
TUN SYED SHEH BIN SYED ABDULLAH SHAHABUDDIN
(31 OGOS 1967 - 31 JAN 1969)
TYT RAJA TUN SIR UDA AL-HAJ BIN RAJA MUHAMMAD
(31OGOS 1957 - 30 OGOS 1967)
- Tan Sri Wong Pow Nee PMN PPM (12 Jun 1959 - 12 May 1969) (1911 - 2002).
- Tun Dr Lim Chong Eu SSM DUPN DA (13 Mei 1969 - 25 Okt 1990) (1919 - 200) - menerima gelaran Tun setelah bersara.
- Tan Sri Datuk Dr Koh Tsu Koon PSM (26 Okt 1990 - 11 Mac 2008) (1949).
- Tuan Lim Guan Eng (12 Mac 2008 - 14 Mei 2018)
- Tuan Chow Koon Yeow (15 Mei 2018 hingga kini)
KETUA MENTERI
YAB TUAN CHOW KOON YEOW
(2018 - KINI)
MANTAN KETUA MENTERI
TUAN LIM GUAN ENG
(2008 - 2018)
TAN SRI DR KOH TSU KOON
(1990-2008)
MENDIANG TUN DR LIM CHONG EU
(1969-1990)
MENDIANG TAN SRI WONG POE NEE
(1959-1969)
KERAJAAN NEGERI
Negeri Pulau Pinang mempunyai Dewan Undangan Negeri (DUN) dan Majlis Mesyuarat Kerajaan Negeri (EXCO) sendiri, akan tetapi kuasanya terhad apabila dibandingkan dengan pihak berkuasa kerajaan pusat.
PENTADBIRAN NEGERI
DAERAH
- Timur Laut (pejabat pentadbiran di George Town)
- Barat Daya (Balik Pulau)
- Seberang Perai Utara (Butterworth)
- Seberang Perai Tengah (Bukit Mertajam)
- Seberang Perai Utara (Nibong Tebal)
PIHAK BERKUASA TEMPATAN
Terdapat dua Majlis Bandaraya di Pulau Pinang, iaitu Majlis Bandaraya Pulau Pinang dan Majlis Bandaraya Seberang Perai.
Majlis Bandaraya
- Majlis Bandaraya Pulau Pinang.
- Majlis Bandaraya Seberang Perai.
Majlis Daerah
Tiada
Pelabuhan Antarabangsa
Pulau Pinang
Butterworth
Pulau Pinang
Butterworth
Lapangan Terbang Antarabangsa
Bayan Lepas
Bayan Lepas
Landasan Terbang Domestik
Tiada
Tiada
Destinasi Pelancungan/Rekreasi
- Bukit Bendera
- Pantai Batu Feringhi
- Pantai Batu Maung
- World War Museum
- Botanical Garden
- Kek Lok Si Temple
- Pulau Payar
- Pulau Jerejak
- Pantai Kerachut (Penyu)
- Feri Pulau Pinang
- Masjid Kapitan Kling
- Taman Negara Telok Bahang
- Jambatan Pulau Pinang
- Menara KOMTAR
Kem Tentera
- Kem Batu Uban
- Kem Batu Feringghi
- Kem Sungai Ara
- Kem Tun Razak, Bukit Gedung
- Kem AW Leboh Peel
- TLDM Sungai Nyior
- Pejabat Wakil TUDM Pulau Pinang
- Pangkalan TUDM Butterworth
- Kompleks TUDM Jalan Azyze
- PPU Western Hill
Pusat Pengajian Tinggi
- Universiti Sains Malaysia, Minden
- Universiti Teknologi MARA (Kampus Bukit Mertajam)
- Kolej Perubatan Pulau Pinang
- Politeknik Seberang Perai
- Institut Pendidikan Guru Kampus Tuanku Bainun, Bukit Mertajam
- Institut Pendidikan Guru Kampus Pulau Pinang
No comments:
Post a Comment